▶ BOLAKITASALURAN BOLA INDONESIA
ID EN
JADWAL Tidak ada siaran langsung saat ini Tidak ada jadwal
Panduan 2 November 2026

Cara kerja VAR: empat jenis keputusan dan kenapa wasit tetap salah

VAR bukan wasit kedua. Ia hanya boleh menyentuh empat kategori keputusan, dan memahami batas itu menjelaskan sebagian besar kontroversi.

✍ Redaksi BOLAKITA 🕒 3 menit baca 🏷 Premier League, Serie A

Setiap pekan ada satu keputusan VAR yang memicu perdebatan nasional. Hampir selalu, perdebatan itu sebenarnya bukan tentang teknologi, melainkan tentang batas kewenangan: apa yang boleh diperiksa ulang dan apa yang tidak.

VAR diatur oleh Protokol Penggunaan Video Assistant Referee yang disusun IFAB. Protokol itu membatasi VAR pada empat kategori, dan di dalam kategori itu pun hanya untuk “kesalahan jelas dan nyata” — bukan untuk memilih interpretasi yang lebih disukai.

Empat kategori yang boleh diperiksa

Pertama, gol atau bukan gol — termasuk offside, pelanggaran dalam proses, dan bola keluar lapangan. Kedua, keputusan penalti. Ketiga, kartu merah langsung, bukan kartu kuning kedua. Keempat, kesalahan identitas pemain yang dikartu.

Di luar empat kategori itu, VAR tidak boleh menyuruh wasit meninjau ulang. Kartu kuning kedua yang berujung kartu merah memang menghasilkan pengusiran, tetapi protokol menganggapnya bagian dari pelanggaran biasa — inilah salah satu titik paling sering dikeluhkan.

Apa arti “kesalahan jelas dan nyata”

Ambang ini sengaja dibuat tinggi agar VAR tidak menggantikan penilaian wasit. Jika rekaman hanya menunjukkan bahwa keputusan wasit “bisa dibenarkan dengan cara lain”, maka keputusan asli harus dipertahankan.

Masalahnya, “jelas dan nyata” adalah penilaian subjektif. Dua tim VAR di dua liga berbeda bisa menilai rekaman yang sama secara berbeda, dan itulah sumber ketidakkonsistenan yang paling sering dibandingkan penonton antarnegara.

Proses: siapa yang bicara dan siapa yang memutuskan

Tim VAR terdiri dari seorang asisten VAR, asisten VAR kedua, dan operator tayangan. Mereka memeriksa dan merekomendasikan, bukan memutuskan. Keputusan akhir tetap milik wasit lapangan.

Wasit bisa menerima rekomendasi atau menolaknya. Jika ia menolak, ia harus menjelaskan alasannya kepada tim VAR, dan penjelasan itu dicatat dalam laporan pertandingan — meski tidak selalu dipublikasikan.

Kenapa offside tetap terasa tidak adil

Offside adalah keputusan paling matematis di sepak bola, karena ditentukan oleh posisi bagian tubuh yang boleh mencetak gol. Semakin presisi teknologinya, semakin banyak gol dibatalkan oleh selisih beberapa sentimeter.

Kritik utamanya bukan pada akurasi, tetapi pada rasa keadilan: penyerang tidak bisa mengendalikan posisi bahunya sampai sentimeter. Sejumlah liga sudah mencoba ambang toleransi, tetapi belum ada standar global.

Dampak pada permainan dan penonton

Rata-rata waktu tambahan akibat pemeriksaan VAR mencapai lima sampai tujuh menit per pertandingan di liga-liga besar. Ini mengubah ritme dan sering memicu protes penonton di stadion, yang tidak mendapat tayangan ulang seperti penonton di rumah.

Sebuah survei penonton di Inggris menunjukkan bahwa kepuasan terhadap keputusan wasit justru menurun setelah VAR diperkenalkan, meski jumlah kesalahan faktual menurun. Artinya, masalahnya bukan akurasi tetapi komunikasi.

Kategori Boleh diperiksa VAR Contoh keputusan Tidak boleh
Gol Ya Offside, handball sebelum gol Pelanggaran ringan di luar proses
Penalti Ya Kontak di kotak, handball Penalti yang tidak diberikan
Kartu merah Ya (langsung) Pelanggaran keras, DOGSO Kartu kuning kedua
Identitas Ya Salah orang dikartu Perubahan keputusan taktis

Ringkasan Protokol VAR IFAB; implementasi bisa sedikit berbeda di setiap kompetisi.

Kesimpulan

VAR memperbaiki kesalahan faktual tetapi memperlambat permainan dan mengaburkan rasa keadilan. Batas kewenangannya sengaja sempit, dan sebagian besar kemarahan penonton muncul karena batas itu tidak dipahami.

Jika ingin menilai keputusan VAR dengan adil, tanyakan dua hal lebih dulu: apakah masuk empat kategori, dan apakah kesalahannya jelas serta nyata. Banyak protes berhenti pada pertanyaan pertama.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisakah VAR membatalkan kartu kuning kedua?

Tidak. Protokol hanya mengizinkan VAR memeriksa kartu merah langsung, sehingga kartu kuning kedua yang berujung pengusiran tidak dapat ditinjau.

Siapa yang memutuskan akhir?

Wasit lapangan. Tim VAR hanya merekomendasikan, dan wasit boleh menolak rekomendasi tersebut.

Berapa lama rata-rata pemeriksaan VAR?

Sekitar 60 sampai 90 detik untuk offside, dan 2 sampai 3 menit untuk penalti atau kartu merah.

Baca juga: Skor live dengan catatan VAR · Jadwal pertandingan · Berita dan analisis

Baca Seterusnya
Lihat semua ›